<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>InFo and LeaRning Of BaSic ComPuter</title> <atom:link href="http://www.yuliardhi.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://www.yuliardhi.net</link> <description>Learn to Be Better</description> <lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 04:49:49 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator> <item><title>Kisah Pemuda Tampan digoda Putri Raja</title><link>http://www.yuliardhi.net/info/kisah-pemuda-tampan-digoda-putri-raja/</link> <comments>http://www.yuliardhi.net/info/kisah-pemuda-tampan-digoda-putri-raja/#comments</comments> <pubDate>Mon, 14 May 2012 04:49:49 +0000</pubDate> <dc:creator>yuliardhi</dc:creator> <category><![CDATA[Info]]></category> <category><![CDATA[Kisah]]></category> <category><![CDATA[Kisah Pemuda Tampan]]></category> <category><![CDATA[Kisah Pemuda Tampan digoda Putri Raja]]></category> <category><![CDATA[Kisah Putri Raja]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.yuliardhi.net/?p=3868</guid> <description><![CDATA[Dahulu ada seorang pemuda Bani Israil penjual keranjang yang sangat tampan. Ia biasa berkeliling menjajakan barang dagangannya setiap hari. Suatu ketika ia melewati istana Raja, dan seorang pelayan wanita keluar dari dalam istana. Melihat ketampanan si pemuda, wanita itu segera &#8230; <a href="http://www.yuliardhi.net/info/kisah-pemuda-tampan-digoda-putri-raja/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://www.yuliardhi.net/info/kisah-pemuda-tampan-digoda-putri-raja/attachment/putri/" rel="attachment wp-att-3869"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3869" title="putri" src="http://www.yuliardhi.net/wp-content/uploads/2012/05/putri-131x150.gif" alt="" width="198" height="150" /></a>Dahulu ada seorang pemuda Bani Israil penjual keranjang yang sangat tampan. Ia biasa berkeliling menjajakan barang dagangannya setiap hari. Suatu ketika ia melewati istana Raja, dan seorang pelayan wanita keluar dari dalam istana. Melihat ketampanan si pemuda, wanita itu segera masuk lagi untuk memberitahu putri raja.<br /> “Tuan, di luar ada seorang pemuda yang sedang menjajakan keranjang dari pelepah pohon kurma,” katanya sambil terengah-engah.<br /> “Lalu? Apa istimewanya untukku? Bukankah tiap hari juga banyak penjual keranjang yang lewat di depan istana?” tanya Putri.<br /> “Tuan, pemuda yang satu ini beda. Ia luar biasa tampan!” kata pelayan itu setengah berseru.<br /> “Benarkah?” tanya Putri dengan mata berbinar. “Suruh dia masuk!”</p><p>Pelayan wanita itu segera berlari keluar memanggil si pemuda dan membawanya masuk untuk menghadap Putri. Setelah pemuda itu masuk, pelayan wanita itu segera mengunci pintu. Lalu keluarlah Putri dengan memakai pakaian transparan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dan tanpa penutup kepala sehingga rambutnya yang indah dan lehernya yang jenjang terlihat dengan jelas. Pemuda itu segera mengucap istighfar dan menundukan pandangannya.<br /> “Maaf Tuan Putri, mohon tutuplah auratmu. Semoga Alloh mengampunimu,” pinta Pemuda itu dengan sopan.<br /> “Kenapa? Kau tidak suka?” tanya Putri menggoda.<br /> “Maaf Tuan Putri, sebaiknya saya keluar saja daripada nanti menimbulkan fitnah. Biar pelayan anda saja yang memilih keranjang yang hendak Tuan beli di luar,” kata Pemuda.<br /> “Siapa yang bilang aku mau membeli keranjangmu?” tanya Putri sambil tersenyum kecil. “Aku menyuruhmu masuk karena aku tetarik pada ketampananmu.”<br /> “Wahai Putri, takutlah engkau kepada Alloh. Perbuatanmu akan menghinakanmu di hadapan manusia dan Alloh,” kata Pemuda.<br /> “Hahaha…” Putri tertawa geli. “Siapa yang bisa melihat perbuatan kita disini? Pintu telah terkunci, dan hanya ada kita berdua.”<br /> “Ingatlah akan Alloh yang Maha Mengetahui,” kata Pemuda itu.</p><p>Rupanya Putri sudah kerasukan setan. Kata-kat Pemuda itu sama sekali tidak membuatnya takut. Ia malah semakin berani mengoda si Pemuda. Tapi karena tidak juga berhasil, Putri menjadi murka.<br /> “Hai Pemuda yang keras kepala. Kau telah menghinaku dengan berani mengacuhkanku. Kamu tahu, aku bisa membuatmu dihukum berat,” kata Putri.<br /> “Aku tidak melakukan kesalahan apapun,” tantang Pemuda.<br /> “Bodoh! Aku bisa saja memberitahu ayahku bahwa kau dengan sengaja menyusup kemari dan memaksaku berbuat yang tidak senonoh,” katanya.<br /> “Tapi aku tidak melakukannya, itu fitnah namanya” jawab Pemuda.<br /> “Hah! Aku bisa melakukan apapun yang kumau!” kata Putri dengan angkuh. “Sekarang kau tinggal pilih. Memenuhi keinginanku atau dihukum berat?”</p><p>Pemuda itu berpikir sejenak.<br /> “Sebelum aku memeutuskan, ijinkan aku berwudhu lebih dulu, “ pinta si Pemuda.<br /> “Untuk apa?” tanya Putri heran.<br /> “Aku akan meminta Alloh yang memilihkan jawabannya untukku,” katanya.<br /> “Hmmm pandai sekali kau mengulur waktu. Meskipun kau memohon sepanjang hari, aku yakin Tuhanmu tidak akan hadir di sini,” kata Putri mengejek.<br /> Tapi ia mengizinkan Pemuda itu untuk berwudhu dan berdoa di kamar yang terletak di atas loteng. Dengan begitu ia tidak mungkin melarikan diri.</p><p>Di atas loteng, dengan khusyuk si Pemuda memanjatkan doanya.<br /> “Ya Alloh, sesungguhnya hamba-Mu sangat takut berbuat maksiat pada-Mu. Lebih baik aku meloncat dari atas loteng ini dan menyerahkan nasibku kepada-Mu daripada aku berbuat dosa.”<br /> Dengan hati mantap pemuda itu meloncat dari loteng yang letaknya sangat tinggi. Saat itu pula Alloh menurunkan malaikat-Nya untuk menggandeng tangan si pemuda sehingga ia tiba di tanah dalam keadaan berdiri dan ringan serta tidak terluka sedikit pun.</p><p>Pemuda itu sangat beryukur atas pertolongan Alloh. Namun ia juga khawatir peristiwa yang sama akan terulang kembali jika ia masih berjualan keranjang.<br /> “Ya Alloh. Jika Engkau mengizinkan, karuniakanlah kepadaku rizki hingga aku tidak perlu berjualan lagi. Mudah-mudahan hal itu akan menambah kebaikan untukku,” doa si Pemuda.</p><p>Rupanya Alloh berkenan mengabulkan doanya. Alloh mengirimkan sekawanan belalang yang terbuat dari emas untuk dipungut oleh si Pemuda. Ia mengumpulkannya dan memasukannya ke dalam saku bajunya. Tapi pemuda itu takut hartanya tersebut akan mengurangi ridhonya Alloh. Maka ia berdoa kembali.<br /> “Ya Alloh, jika rizkimu ini akan mengurangi jatahku di akhirat nanti, maka ambillah kembali dan simpankanlah untukku.”<br /> Pemuda itu seolah-olah mendengar suara yang memberitahukan bahwa hadiah itu hanyalah satu dari duapuluh lima bagian pahalanya atas kesabarannya melemparkan diri dari loteng.<br /> “Ya Alloh kalau begitu hamba tidak membutuhkan harta ini lagi. Tolong ambillah lagi, karena hamba memilih memintanya nanti di Akhirat,” pinta si Pemuda.<br /> Seketika itu juga semua belalang emasnya menghilang. Alloh telah mengambilnya kembali dan menjadi simpanan pahala bagi si pemuda yang takut dosa itu.</p><p>&nbsp;</p><div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H3>Artikel terkait lainnya</H3><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Pemimpin Yang Disegani" href="http://www.yuliardhi.net/computer/pemimpin-yang-disegani/" rel="bookmark">Pemimpin Yang Disegani</a></li><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Cara mengetahui nomor hp sendiri" href="http://www.yuliardhi.net/info/cara-mengetahui-nomor-hp-sendiri/" rel="bookmark">Cara mengetahui nomor hp sendiri</a></li><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Kisah Penjual Ikan Segar" href="http://www.yuliardhi.net/info/kisah-penjual-ikan-segar/" rel="bookmark">Kisah Penjual Ikan Segar</a></li><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Inspirasi : Proyek Bangunan Terakhir" href="http://www.yuliardhi.net/info/proyek-bangunan-terakhir/" rel="bookmark">Inspirasi : Proyek Bangunan Terakhir</a></li><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Jangan Mengeluh (sebuah kisah nyata)" href="http://www.yuliardhi.net/info/jangan-mengeluh-sebuah-kisah-nyata/" rel="bookmark">Jangan Mengeluh (sebuah kisah nyata)</a></li></ul></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.yuliardhi.net/info/kisah-pemuda-tampan-digoda-putri-raja/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Kisah Putri Yang Sombong</title><link>http://www.yuliardhi.net/info/kisah-putri-yang-sombong/</link> <comments>http://www.yuliardhi.net/info/kisah-putri-yang-sombong/#comments</comments> <pubDate>Mon, 14 May 2012 04:37:31 +0000</pubDate> <dc:creator>yuliardhi</dc:creator> <category><![CDATA[Info]]></category> <category><![CDATA[Kisah]]></category> <category><![CDATA[Kisah Putri Yang Sombong]]></category> <category><![CDATA[putri sombong]]></category> <category><![CDATA[putri yang sombong]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.yuliardhi.net/?p=3864</guid> <description><![CDATA[Tersebutlah seorang putri raja dari cina yang sangat cerdas. Dia menjadi sombong dengan kecerdasannya itu. Ketika usia telah cukup untuk menikah sang raja bermaksud untuk mengadakan sayembara, sang putri tidak keberatan namun dia mengajukan syarat bagi mereka yang ingin menikahinya.. &#8230; <a href="http://www.yuliardhi.net/info/kisah-putri-yang-sombong/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.yuliardhi.net/info/kisah-putri-yang-sombong/attachment/putri-sombong/" rel="attachment wp-att-3865"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3865" title="putri sombong" src="http://www.yuliardhi.net/wp-content/uploads/2012/05/putri-sombong-137x150.gif" alt="" width="137" height="150" /></a><br /> </strong></p><p>Tersebutlah seorang putri raja dari cina yang sangat cerdas. Dia menjadi sombong dengan kecerdasannya itu. Ketika usia telah cukup untuk menikah sang raja bermaksud untuk mengadakan sayembara, sang putri tidak keberatan namun dia mengajukan syarat bagi mereka yang ingin menikahinya.. Setiap laki laki yang ingin mempersuntingnya harus mampu menjawab 3 pertanyaan yang dia ajukan. Bagi yang tidak mampu menjawab maka tiang gantungan telah menanti sebagai hukuman.</p><p>Demikianlah, puluhan pemuda mengakhiri hidup mereka ditiang gantungan tersebut karena tak mampu menjawab pertanyaan sang putri. Raja menjadi sangat khawatir dengan kondisi putrinya yang semakin menikmati permainannya, juga khawatir dengan usianya yang semakin bertambah namun tidak ada tanda tanda bahwa dia akan mengakhiri permainan gilanya itu serta khawatir semua pemuda terbaiknya mati sia-sia ditiang gantungan.</p><p>Suatu hari datanglah seorang pemuda pengembara dari tanah Bharata, dia mendengar cerita tentang sang putri dan berniat untuk mengakhiri permainannya. Dia mendaftar untuk bertanding dengan sang putri. Mendengar hal ini sang raja jadi gelisah karena pasti pemuda pengembara ini hidupnya akan berakhir pula ditiang gantungan. Dia menasehati sang pemuda agar mengurungkan niatnya untuk mengikuti pertandingan namun ditampik oleh sang pemuda yang telah bulat tekadnya untuk menghentikan kecongkakan sang putri.</p><p>Tibalah hari yang telah ditentukan, sang pemuda dan para penonton telah hadir dipendopo istana bersiap untuk mengikuti acara yang sangat menegangkan itu, namun sang pemuda tidak kelihatan tegang bahkan sebaliknya, dia duduk tegak bersila dengan tenangnya sambil terus menebar senyum. Sang raja dan para juri yang terdiri dari para pendeta dan penasehat istana telah duduk di masing masing tempat yang tersedia dengan harap-harap cemas. Tak berapa lama berselang datanglah sang putri berjalan ketengah-tengah pendopo dengan keangkuhan tersirat yang disebabkan oleh kecerdasannya. Duduk dengan kaki terlipat diatas kursi dan senyum sinis menghiasi wajah yang seharusnya sangat cantik itu dia melirik kearah sang pemuda.</p><p>Sayembara segera dimulai. Tampak sang putri berbisik ditelinga penterjemah yang segera berkata, Wahai pemuda yang berani datang menantang sang putri, apakah engkau tidak takut digantung? Apakah engkau tidak sayang akan nyawamu berakhir sia-sia ditiang gantungan? Apakah engkau tidak sayang akan ketampananmu serta masa depanmu? Pulanglah sebelum terlambat. Demikian kata penterjemah menyampaikan apa yang dibisikkan oleh sang putri, tampak sangat jelas dia memandang rendah sang pemuda. Walau kelihatan seperti menyayangkan keikut sertaan sang pemuda namun dari kata-katanya jelas tersirat bahwa sang putri sangat senang akan ada lagi korban yang jatuh dan dia tidak ingin sang pemuda mundur dari pendopo.</p><p>Sang pemuda hanya tersenyum sambil mempersilakan sang putri untuk menyampaikan pertanyaannya karena dia sudah tidak sabar lagi untuk menjawab.</p><p>Sang penterjemah membacakan pertanyaan pertama sang putri yang berbunyi, Siapakah bapak yang mampu memperlakukan semua secara adil?</p><p>Pemuda itu dengan suara tenang menjawab, Dia adalah Matahari.</p><p>Para juri terperangah karena untuk pertama kalinya ada orang yang mampu menjawab dengan tepat dengan santainya. Biasanya para pemuda terdahulu kalah pada pertanyaan pertama.</p><p>Pertanyaan kedua, Siapakah ibu yang memakan anaknya setelah sang anak dilahirkannya?</p><p>Kembali sang pemuda dengan tenangnya mengawab, Dia adalah laut.</p><p>Kini giliran sang putri yang keluar keringat dingin karena dua pertanyaannya dijawab dengan mudahnya. Dia berpikir sejenak sebelum mengajukan pertanyaannya yang ketiga. Setelah berpikir keras dia tersenyum karena merasa mendapatkan satu pertanyaan yang mustahil dijawab oleh siapapun, bahkan oleh para pendeta terpelajar sekalipun.</p><p>Pertanyaan ketiga adalah, Pohon apakah yang setiap daunnya memiliki dua warna, hitam dan putih?</p><p>Melihat sang putri tersenyum bahagia karena merasa yakin pertanyaannya tidak bakalan bisa dijawab, sang pemuda sengaja berlagak seperti orang yang sedang berpikir keras mencari jawaban, membiarkan sang putri menikmati angannya yang akan berakhir sebentar lagi. Hal ini ternyata membuat para hadirin dan juga sang raja menjadi sangat cemas, padahal tadi telah muncul harapan bahwa sang pemuda akan memenangkan sayembara ini. Setiap jawaban disambut tengan tepuk tangan yang sangat meriah. Namun berbeda dengan sekarang, suasana jadi sangat hening mencekam, setiap hati melantunkan doa kemenangan buat sang pemuda sehingga tidak akan ada lagi korban berjatuhan. Namun sang pemuda tidak segera menjawab, bahkan dia kelihatan berpikir semakin keras. Sengaja dia lakukan untuk memberikan kesempatan kepada sang putri menikmati angan kemenangannya lebih lama..</p><p>Sang putri yang merasa pasti menang menebar senyum bangga kearah hadirin namun ketika dia berpaling kearah sang pemuda senyum itu berubah menjadi sinis. Dia sangat senang atas hal ini dan berkata, Wahai anak muda, sampai kapan engkau akan membisu seperti itu, akuilah bahwa engkau tidak menemukan jawabannya, orang-orang hebat seperti para pendeta yang telah renta karena ilmupun tidak tahu jawabannya apalagi anak kemarin sore sepertimu, oleh karena itu menyerahlah dan bersiaplah untuk menuju tiang gantungan, algojo telah tidak sabar menanti untuk memasang tali dilehermu, kasihan mereka terlalu lama menunggu sesuatu untuk dikerjakan, pekerjaan mereka hanya datang sesekali.</p><p>Dengan tatapan tenang kearah sang putri sembari tersenyum, sang pemuda berkata, Tuan Putri, jawaban hamba atas pertanyaan Tuan Putri yang ke tiga adalah “Tahun”.</p><p>Gemuruh sorak sorai para hadirin karena akhirnya pertanyaan terakhir sang Putri terjawab juga walau mereka belum yakin jawaban itu benar, namun paling tidak mereka telah melihat guratan senyum disudut bibir para juri pertanda jawaban tersebut benar adanya.</p><p>Sementara dilain pihak, wajah sang Putri tiba tiba menjadi merah padam, marah dan kecewa setelah mendengar jawaban gamblang dari sang pemuda. Dia tidak habis pikir bagaimana si pemuda bisa tahu jawaban itu, sementara dia kelihatan berpikir keras dari tadi tapi ternyata dia dengan tenangnya dapat menjawab, sang Putri jadi curiga mungkin jawabannya itu hanya tebakan. Kemudian dia bertanya, Kenapa jawabanmu Tahun, jelaskan!</p><p>Bagai sebatang pohon yang terus bertumbuh, tahun juga terus berjalan tanpa dapat dihentikan, daunnya adalah siang yang putih dan malam yang hitam. Demikian jawaban sang pemuda pengembara. Sekali lagi hadirin bersorak riang gembira. Namun berbeda dengan sang Putri yang takabur itu, dia berteriak tidak terima kalah dan tidak mau menikah sembari ingin mengajukan pertanyaan lagi akan tetapi permohonannya ditolak sang Raja yang mengatakan bahwa jika Putri tidak mau mengaku kalah dan tidak mau menikah dengan sang pemuda maka dia harus mendapat hukuman yang sama seperti para pemuda yang kalah sebelumnya, hukuman gantung.</p><p>Akhirnya sang Putri mengaku kalah walau dengan terpaksa dan kemudian dipersunting oleh si pemuda dan diboyong kenegaranya yaitu Bharatawarsa.</p><p>Makna dari dunia itu sendiri adalah kehidupan karna tanpa hidup kita ga akan pernah tau dunia itu seperti apa,,,,tidak selamanya apa yang kita anggap benar itu ..tidak salah juga di mata kehidupan dalam bingkai dunia..</p><p>Sumber : http://ervakurniawan.wordpress.com</p><div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H3>Artikel terkait lainnya</H3><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="10 Ribu Rupiah Membuat Anda Mengerti Cara Bersyukur" href="http://www.yuliardhi.net/info/10-ribu-rupiah-membuat-anda-mengerti-cara-bersyukur/" rel="bookmark">10 Ribu Rupiah Membuat Anda Mengerti Cara Bersyukur</a></li><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Mendoakan orang Lain" href="http://www.yuliardhi.net/info/mendoakan-orang-lain/" rel="bookmark">Mendoakan orang Lain</a></li><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Merindukan Mati Syahid" href="http://www.yuliardhi.net/info/merindukan-mati-syahid/" rel="bookmark">Merindukan Mati Syahid</a></li><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Pembantaian Orang Utan di Kaltim demi Dompet Perusahaan Sawit" href="http://www.yuliardhi.net/info/pembantaian-orang-utan-di-kaltim-demi-dompet-perusahaan-sawit/" rel="bookmark">Pembantaian Orang Utan di Kaltim demi Dompet Perusahaan Sawit</a></li><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="7 Keajaiban Dunia (Yang Sesungguhnya)" href="http://www.yuliardhi.net/info/7-keajaiban-dunia-yang-sesungguhnya/" rel="bookmark">7 Keajaiban Dunia (Yang Sesungguhnya)</a></li></ul></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.yuliardhi.net/info/kisah-putri-yang-sombong/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Trik Copy Situs Yang Terkunci</title><link>http://www.yuliardhi.net/tips-trik/trik-copy-situs-yang-terkunci/</link> <comments>http://www.yuliardhi.net/tips-trik/trik-copy-situs-yang-terkunci/#comments</comments> <pubDate>Mon, 14 May 2012 04:07:09 +0000</pubDate> <dc:creator>yuliardhi</dc:creator> <category><![CDATA[Tips & Trik]]></category> <category><![CDATA[bagaimana Copy Situs Yang Terkunci]]></category> <category><![CDATA[Cara Copy Situs Yang Terkunci]]></category> <category><![CDATA[Trik Copy Situs Yang Terkunci]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.yuliardhi.net/?p=3856</guid> <description><![CDATA[Jika Anda pernah menjumpai sebuah situs web atau blog tidak dapat di klik kanan atau di blok untuk di copy artikelnya, mungkin web atau blog tersebut telah dikunci oleh pemiliknya. Hal ini dimungkinkan untuk menghindari penjiplakan, pembajakan atau agar orang &#8230; <a href="http://www.yuliardhi.net/tips-trik/trik-copy-situs-yang-terkunci/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://1.bp.blogspot.com/-ruGQ04QDVhE/TrSTR6cfpfI/AAAAAAAABpk/1oZmZW5jFPY/s1600/011.jpg"><img src="http://1.bp.blogspot.com/-ruGQ04QDVhE/TrSTR6cfpfI/AAAAAAAABpk/1oZmZW5jFPY/s320/011.jpg" alt="" width="182" height="96" border="0" /></a><a href="http://www.yuliardhi.net/tips-trik/trik-copy-situs-yang-terkunci/attachment/klik-kanan/" rel="attachment wp-att-3857"><img class="alignleft size-full wp-image-3857" title="klik kanan" src="http://www.yuliardhi.net/wp-content/uploads/2012/05/klik-kanan.png" alt="" width="178" height="214" /></a></div><p>Jika Anda pernah menjumpai sebuah situs web atau blog tidak dapat di <em>klik kanan</em> atau di <em>blok</em> untuk di copy artikelnya, mungkin web atau blog tersebut telah dikunci oleh pemiliknya.</p><p>Hal ini dimungkinkan untuk menghindari penjiplakan, pembajakan atau agar orang lain tidak mengcopy paste (kopas) karya yang dia buat, tapi jika Anda memang betul-betul ingin menyalinnya dalam rangka untuk tujuan pembelajaran atau tugas belajar Anda dan bukan untuk kepentingan pembajakan. (bagaimanapun juga kita harus menghormati juga karya orang lain sebagai buah pemikirannya), Anda tentu ingin juga menyalinnya untuk kepentingan belajar Anda.</p><p>Berikut cara lain untuk mengcopy sebuah situs yang terkunci, jika memang tidak bisa di klik kanan, di blok atau dengan cara menon-aktifkan javascriptnya.</p><p>Langkahnya sebagai berikut:<br /> 1. Buka blog atau situs yang akan diambil artikelnya dan masuklah ke judul artikel pada alamat web yang akan di copy.<br /> 2. Lalu blok alamat URL situs dan copy alamat situs tersebut</p><div><a href="http://www.yuliardhi.net/tips-trik/trik-copy-situs-yang-terkunci/attachment/klik-kanan-2/" rel="attachment wp-att-3858"><img class="alignleft size-full wp-image-3858" title="klik kanan 2" src="http://www.yuliardhi.net/wp-content/uploads/2012/05/klik-kanan-2.bmp" alt="" /></a></div><p>&nbsp;</p><p>3. Setelah itu buka aplikasi Microsoft Word 2007 maupun Word 2010</p><p>4. Setelah terbuka jendela baru Ms. Word, klik <strong>Office button</strong> lalu <strong>Open</strong> (pada versi 2007) atau klik <strong>File</strong> lalu <strong>Open</strong> (pada versi 2010) atau tekan <strong>Ctrl + O</strong>.</p><div><a href="http://1.bp.blogspot.com/-5h2aVcgr_8Y/TrSVHNbGXAI/AAAAAAAABp8/gE3KL6QzCPs/s1600/010.jpg"><img src="http://1.bp.blogspot.com/-5h2aVcgr_8Y/TrSVHNbGXAI/AAAAAAAABp8/gE3KL6QzCPs/s320/010.jpg" alt="" width="320" height="212" border="0" /></a></div><p>5. Pada<strong> File name</strong> copykan link yang telah dicopy dan tekan <strong>Open</strong>, dan tunggu beberapa saat, maka halaman web tersebut akan pindah ke aplikasi word, selanjutnya Anda tinggal mengedit atau menghilangkan beberapa bagian yang menurut Anda tidak perlu….</p><p>Semoga cara ini untuk kepentingan dan keperluan pembelajaran dan bukan untuk mengajarkan yang bersifat negatif!&#8230;</p><p><a href="http://www.yuliardhi.net">Selamat mencoba..</a>.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.yuliardhi.net/tips-trik/trik-copy-situs-yang-terkunci/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Kisah Inspirasi Dua Tukang Sol Sepatu</title><link>http://www.yuliardhi.net/info/kisah-inspirasi-dua-tukang-sol-sepatu/</link> <comments>http://www.yuliardhi.net/info/kisah-inspirasi-dua-tukang-sol-sepatu/#comments</comments> <pubDate>Mon, 14 May 2012 03:24:45 +0000</pubDate> <dc:creator>yuliardhi</dc:creator> <category><![CDATA[Info]]></category> <category><![CDATA[Inspirasi Pagi]]></category> <category><![CDATA[Kisah]]></category> <category><![CDATA[Dua Tukang Sol Sepatu]]></category> <category><![CDATA[Inspirasi Dua Tukang Sol Sepatu]]></category> <category><![CDATA[inspirasi pagi]]></category> <category><![CDATA[Kisah Inspirasi Dua Tukang Sol Sepatu]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.yuliardhi.net/?p=3847</guid> <description><![CDATA[Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. &#8230; <a href="http://www.yuliardhi.net/info/kisah-inspirasi-dua-tukang-sol-sepatu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.yuliardhi.net/info/kisah-inspirasi-dua-tukang-sol-sepatu/attachment/tukang-sol-sepatu/" rel="attachment wp-att-3848"><img class="alignleft size-medium wp-image-3848" title="Tukang Sol Sepatu" src="http://www.yuliardhi.net/wp-content/uploads/2012/05/Tukang-Sol-Sepatu-300x244.jpg" alt="" width="210" height="170" /></a>Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.</p><p>Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.</p><p>Di tengah <a href="http://www.yuliardhi.net">keputusasaan</a>, dia berjumpa dengan seorang tukan sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. “Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.” pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap.</p><p>“Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich?” kata mang Udin memulai percakapan.</p><p>“Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.” kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.</p><p>“Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan.” kata mang Udin memelas.</p><p>“Alhamdulillah, itu harus disyukuri.”</p><p>“Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat beli beras juga.” kata mang Udin sedikit kesal.</p><p>“Justru dengan bersyukur, nikmat kita akan ditambah.” kata bang Soleh sambil tetap tersenyum.</p><p>“Emang begitu bang?” tanya mang Udin, yang sebenarnya dia sudah tahu harus banyak bersyukur.</p><p>“Insya Allah. Mari kita ke Masjid dulu, sebentar lagi adzan dzuhur.” kata bang Soleh sambil mengangkat pikulannya.</p><p>Mang udin sedikit kikuk, karena dia tidak pernah “mampir” ke tempat shalat.</p><p>“Ayolah, kita mohon kepada Allah supaya kita diberi rezeki yang barakah.”</p><p>Akhirnya, mang Udin mengikuti bang Soleh menuju sebuah masjid terdekat. Bang Soleh begitu hapal tata letak masjid, sepertinya sering ke masjid tersebut.</p><p>Setelah shalat, bang Soleh mengajak mang Udin ke warung nasi untuk makan siang. Tentu saja mang Udin bingung, sebab dia tidak punya uang. Bang Soleh mengerti,</p><p>“Ayolah, kita makan dulu. Saya yang traktir.”</p><p>Akhirnya mang Udin ikut makan di warung Tegal terdekat. Setelah makan, mang Udin berkata,</p><p>“Saya tidak enak nich. Nanti uang untuk dapur abang berkurang dipakai traktir saya.”</p><p>“Tenang saja, Allah akan menggantinya. Bahkan lebih besar dan barakah.” kata bang Soleh tetap tersenyum.</p><p>“Abang yakin?”</p><p>“Insya Allah.” jawab bang soleh meyakinkan.</p><p>“Kalau begitu, saya mau shalat lagi, bersyukur, dan mau memberi kepada orang lain.” kata mang Udin penuh harap.</p><p>“Insya Allah. Allah akan menolong kita.” Kata bang Soleh sambil bersalaman dan mengucapkan salam untuk berpisah.</p><p>Keesokan harinya, mereka bertemu di tempat yang sama. Bang Soleh mendahului menyapa.</p><p>“Apa kabar mang Udin?”</p><p>“Alhamdulillah, baik. Oh ya, saya sudah mengikuti saran Abang, tapi mengapa koq penghasilan saya malah turun? Hari ini, satu pun pekerjaan belum saya dapat.” kata mang Udin setengah menyalahkan.</p><p>Bang Soleh hanya tersenyum. Kemudian berkata,</p><p>“Masih ada hal yang perlu mang Udin lakukan untuk mendapat rezeki barakah.”</p><p>“Oh ya, apa itu?” tanya mang Udin penasaran.</p><p>“Tawakal, ikhlas, dan sabar.” kata bang Soleh sambil kemudian mengajak ke Masjid dan mentraktir makan siang lagi.</p><p>Keesokan harinya, mereka bertemu lagi, tetapi di tempat yang berbeda. Mang Udin yang berhari-hari ini sepi order berkata setengah menyalahkan lagi,</p><p>“Wah, saya makin parah. Kemarin nggak dapat order, sekarang juga belum. Apa saran abang tidak cocok untuk saya?”</p><p>“Bukan tidak, cocok. Mungkin keyakinan mang Udin belum kuat atas pertolongan Allah. Coba renungkan, sejauh mana mang Udin yakin bahwa Allah akan menolong kita?” jelas bang Soleh sambil tetap tersenyum.</p><p>Mang Udin cukup tersentak mendengar penjelasan tersebut. Dia mengakui bahwa hatinya sedikit ragu. Dia “hanya” coba-coba menjalankan apa yang dikatakan oleh bang Soleh.</p><p>“Bagaimana supaya yakin bang?” kata mang Udin sedikit pelan hampir terdengar.</p><p>Rupanya, bang Soleh sudah menebak, kemana arah pembicaraan.</p><p>“Saya mau bertanya, apakah kita janjian untuk bertemu hari ini, disini?” tanya bang Soleh.</p><p>“Tidak.”</p><p>“Tapi kenyataanya kita bertemu, bahkan 3 hari berturut. Mang Udin dapat rezeki bisa makan bersama saya. Jika bukan Allah yang mengatur, siapa lagi?” lanjut bang Soleh. Mang Udin terlihat berpikir dalam. Bang Soleh melanjutkan, “<strong>Mungkin, sudah banyak petunjuk dari Allah, hanya saja kita jarang atau kurang memperhatikan petunjuk tersebut</strong>. Kita tidak menyangka Allah akan menolong kita, karena kita sebenarnya tidak berharap. Kita tidak berharap, karena kita tidak yakin.”</p><p>Mang Udin manggut-manggut. Sepertinya mulai paham. Kemudian mulai tersenyum.</p><p>“OK dech, saya paham. Selama ini saya akui saya memang ragu. Sekarang saya yakin. Allah sebenarnya sudah membimbing saya, saya sendiri yang tidak melihat dan tidak mensyukurinya. Terima kasih abang.” kata mang Udin, matanya terlihat berkaca-kaca.</p><p>“Berterima kasihlah kepada Allah. Sebentar lagi dzuhur, kita ke Masjid yuk. Kita mohon ampun dan bersyukur kepada Allah.”</p><p>Mereka pun mengangkat pikulan dan mulai berjalan menuju masjid terdekat sambil diiringi rasa optimist bahwa hidup akan lebih baik</p><p>Setelah pertemuan itu, bang Soleh dan mang Udin tidak lagi bertemu. Entah kenapa, ada kerinduan dari mang Udin untuk bertemu dengan bang Soleh. Mang Udin mencoba ke tempat dimana dia bertemu, masjid dan tempat makan dimana dia ditraktir. Namun Allah menakdirkan mereka tidak bertemu.</p><p>Mang Udin mencoba bertanya kepada sesama rekan tukang sol lainnya. Luar biasa, banyak diantara tukang sol yang mengenal bang Soleh, namun mereka juga sama, mengaku sudah lama tidak bertemu dengan bang Soleh. Mang Udin juga sering berdo’a untuk dipertemukan dengan bang Soleh untuk berterima kasih.</p><p>“Apakah bang Soleh sakit?” tanya mang Udin dalam hatinya. “Ah, tidak boleh berburuk sangka, mudah-mudahan bang Soleh baik-baik saja, mungkin dia menjajaki tempat yang lain.</p><p>Lalu, bagaimana dengan keadaan mang Udin sendiri? Setelah mendapatkan pencerahan dari bang Soleh, kehidupan mang Udin sudah jauh membaik. Dengan diawali basmallah, dia selalu mengawali langkahnya menjemput rezeki. Diiringi senyum dari sang Istri dan pelukan dari kedua anaknya, mang Udin selalu bersemangat memikul peralatan dan bahan sol yang lumayan berat.</p><p>Meski tidak setiap hari mendapatkan penghasilan bagus, namun secara total sudah sangat cukup menjaga dapurnya ngebul setiap hari. Kadang dia hanya melakukan service satu kali dalam sehari, tetapi uang yang didapat melebih 5 kali service karena kemurahan pengguna jasanya. Banyak sekali rezeki yang tidak diduga-duga yang dia alami.</p><p>Dia selalu mensyukuri apa yang dia dapat setiap harinya. Bahkan saat pulang tidak membawa uang pun tidak menjadikan dia mengeluh. Hidupnya lebih tenang dan optimis. Jika hari ini tidak dapat, dia yakin besok lusa akan dapat. Dia tidak khawatir lagi, sebab dia yakin Allah sudah menyiapkan rezeki untuk istri dan kedua anaknya.</p><p>Suatu hari, sepulang dari keliling menjajakan jasanya, dia disambut dengan tangisan anak bungsunya.</p><p>“Kenapa sayang?” tanya mang Udin sambil membelai kepala anaknya dan melirik ke istrinya.</p><p>“Itu yah… Cecep ingin jalan-jalan ke Mall seperti teman-temannya.” jawab istrinya sambil tersenyum. “Kayak orang kaya saja.”</p><p>Mang Udin tersenyum. “Mau ngapain sich ke Mall?”</p><p>“Mau jalan-jalan saja.” kata Cecep (anaknya).</p><p>“Di Mall itu banyak yang dagang, nanti Cecep mau, ayahkan tidak punya banyak uang sekarang.” jelas mang Udin.</p><p>“Cecep tidak mau beli apa-apa, hanya ingin jalan-jalan saja sama ayah dan mamah, juga teteh.” jelas Cecep.</p><p>“Bener?” tanya mang Udin.</p><p>“Bener, Cecep janji.” kata si Cecep</p><p>“Kata mamah gimana? Boleh tidak?” tanya mang Udin</p><p>“Kata mamah, terserah ayah.” kata Cecep sambil melihat ibunya dan dijawab oleh ibunya dengan senyuman.</p><p>“Ya udah, besok kan hari Minggu, kita jalan-jalan saja ke Mall.” kata mang Udin yang disambut senyum gembira anaknya.</p><p>“Teteh… teteh… besok kita jalan-jalan ke Mall.” kata Cecep teriak-teriak sambil menghampiri kakak perempuannya.</p><p>“Emang ayah nggak keliling besok?” tanya istrinya sambil mempersiapkan makan.</p><p>“Nggak apa-apa, sesekali istirahat untuk penyegaran. Biar anak-anak senang.” jawab mang Udin sambil duduk di tikar, siap-siap untuk makan.</p><p>“Iya juga, ayah selalu keliling, tidak pernah libur.” jawab istrinya sambil duduk disamping mang Udin.</p><p>***</p><p>Keesokan harinya, mereka pun berangkat ke Mall naik angkot. Cecep terlihat begitu senangnya.</p><p>“Cecep… main ke Mall jangan jadi kebiasaan, sekali-kali saja yah.” jelas mang Udin.</p><p>“Kenapa yah?” tanya Cecep.</p><p>“Ada banyak kegiatan yang lebih bagus dibandingkan jalan-jalan ke Mall.” jelas mang Udin.</p><p>“Iya dech…” kata Cecep.</p><p>Sesampainya di Mall, mata mang Udin terpaku melihat sebuah tulisan yang berbunyi</p><p><strong>Service Sepatu Bang Soleh</strong></p><p>“Jangan-jangan …” pikir mang Udin.</p><p>Dia segera menghampiri toko yang ada tulisan itu diatasnya. Disana memang tempat service sepatu, ya sepatu-sepatu yang cukup mahal harganya. Dia melihat semua orang yang ada di toko tersebut, tentu saja mencari-cari, apakah ada bang Soleh disana.</p><p>“Ada yang bisa dibantu pak?” tanya salah seorang karyawati toko itu.</p><p>“Nggak… Saya cuma ingin ketemu bang Soleh.” jawab mang Udin ragu-ragu, apakah benar bang Soleh itu yang ada disini.</p><p>“Oh, sebentar ya pak, ini dengan bapak siapa?” jawab karyawati berjilbab itu dengan ramah.</p><p>“Saya Udin.” jawab mang Udin.</p><p>“Baik pak, sebentar.” jawab karyawati itu dan masuk ke sebuah ruangan.</p><p>Mang Udin seperti tidak percaya, orang yang keluar dari ruangan itu benar-benar bang Soleh yang sudah memberikan pencerahan baginya. Mang Udin hanya menatap bang Soleh.</p><p>“Alhamdulillah, kita dipertemukan lagi, apa kabar Mang Udin?” tanya bang Soleh sambil membuka tanggannya.</p><p>Akhirnya mereka berpelukan, seperti dua saudara yang telah lama tidak bertemu.</p><p>“Wah, bang Soleh sudah sukses nich. Pasti besar modalnya buka toko disini. Bagaimana bisa?” tanya mang Udin penuh dengan kekaguman.</p><p>“Ini keluarga mang Udin?” tanya bang Soleh sambil melihat istri mang Udin dan kedua anaknya, seolah mengabaikan pertanyaan mang Udin.</p><p>“Iya, ini Cecep ingin jalan-jalan.” jawab mang Udin sambil tersenyum.</p><p>“Bagus sekali mang Udin, memasukan kebahagiaan untuk istri dan anak adalah perbuatan mulia. Jangan dilupakan itu.” katang bang Soleh. “Bagaimana kalau kita makan yuk disana?” kata bang Soleh sambil menunjuk sebuah restoran.</p><p>“Ah nggak usah… ” jawab mang Udin.</p><p>“Jangan gitu, saya sudah lama tidak traktir mang Udin, sekarang sekalian dengan keluarganya.” jelas bang Soleh sambil berjalan menuju sebuah restoran diikuti oleh mang Udin dan keluarganya.</p><p>“Jadi merepotkan nich…” kata mang Udin.</p><p>Setelah mereka duduk, perbincangan pun dilanjutkan.</p><p>“Bagaimana bang Soleh bisa buka usaha disini?” tanya mang Udin.</p><p>“Semua Allah yang mengatur. Seperti pertemuan kita dulu. Saya juga dipertemukan dengan teman SMP saya yang sudah menjadi pengusaha dan dia menawarkan bantuan modal untuk buka usaha disini.” jelas bang Soleh.</p><p>“Wah … kalau rezeki tidak akan lari kemana yah bang?” kata mang Udin kagum.</p><p>“Itu adalah jawaban dari do’a kita, terutama do’a dari ibu, istri, dan anak-anak saya. Saat kita berdo’a, Allah mengabulkan do’a kita dengan memberikan berbagai petunjuk. Tinggal bagaimana kita, mau menjemputnya atau tidak?” jelas bang Soleh.</p><p>“Saya sudah sangat bersyukur dengan apa yang saya dapatkan saat ini. Kalau saya ingin dapat lebih seperti abang, apa itu tidak salah? Apakah saya tidak bersyukur?” tanya mang Udin.</p><p>“Tentu saja tidak, selama kita berterima kasih atas apa yang Allah berikan kepada kita, kemudian memanfaatkan nikmat itu untuk kebaikan, itu adalah syukur kita. Jika kita ingin lebih baik, itu tidak ada salahnya. Allah menyuruh kita untuk tetap berusaha menjadi lebih baik.” jelas bang Soleh.</p><p>“Bagaimana saya bisa maju seperti abang?” tanya mang Udin.</p><p>“Mintalah kepada Allah, kemudian jemput rezeki itu dengan segera, tidak boleh menunda-nunda.” jelas bang Soleh.</p><p>“Apakah saya bisa?” tanya mang Udin.</p><p>“Bagaimana mang Udin menemukan saya disini?” tanya bang Soleh</p><p>“Saya sering berdo’a untuk diketemukan dengan abang, saya ingin berterima kasih.” jawab mang Udin.</p><p>“Lewat anak mang Udin, Allah menjawab do’a mang Udin untuk bertemu dengan saya.” kata bang Soleh sambil tersenyum.</p><p>“Iya juga …” kata mang Udin</p><p>“Awalnya saya juga bingung, bagaimana menjalankan <a href="http://www.yuliardhi.net">bisnis </a>dengan profesional. Tapi lama kelamaan bisa juga. Tenang saja, mungkin sekarang kita masih bingung apa yang harus dilakukan. Tapi, tetaplah optimis, Allah akan menunjukkan jalan kepada kita. Teruslah berdo’a. Jangan berhenti karena kita tidak bisa, jangan berhenti karena kita tidak tahu caranya. Allah akan membimbing kita, percayalah.” jelas bang Soleh.</p><p>“Saya jadi optimis, hidup saya akan lebih baik lagi.” kata mang Udin dengan mata berbinar, penuh dengan optimisme.</p><p>“Insya Allah… kita pasti bisa.” kata bang Soleh.</p><p>Mereka pun melanjutkan makan siang mereka diselingi berbagai obrolan kecil yang mengundang senyum dan tawa.</p><p>Sumber : http://www.motivasi-islami.com</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.yuliardhi.net/info/kisah-inspirasi-dua-tukang-sol-sepatu/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Download Game Sniper Elite V2-Skidrow Full</title><link>http://www.yuliardhi.net/games-pc/download-game-sniper-elite-v2-skidrow-full/</link> <comments>http://www.yuliardhi.net/games-pc/download-game-sniper-elite-v2-skidrow-full/#comments</comments> <pubDate>Mon, 14 May 2012 02:18:54 +0000</pubDate> <dc:creator>yuliardhi</dc:creator> <category><![CDATA[GAMES PC]]></category> <category><![CDATA[Download Game PC full]]></category> <category><![CDATA[Download Game Sniper Elite]]></category> <category><![CDATA[Download Game Sniper Elite V2-Skidrow Full]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.yuliardhi.net/?p=3842</guid> <description><![CDATA[Games yang bernuansa perang dunia ke 2 suasana di berlin&#8230;. Spesifikasi Komputer : OS: Microsoft Windows Vista (Service Pack 2) or Windows 7 (Windows XP is NOT supported) Processor: Dual-core CPU with SSE3 (Intel Pentium D 3GHz / AMD Athlon &#8230; <a href="http://www.yuliardhi.net/games-pc/download-game-sniper-elite-v2-skidrow-full/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Games yang bernuansa perang dunia ke 2 suasana di berlin&#8230;.<br /> <iframe src="http://www.youtube.com/embed/Edpr6yftlNI" frameborder="0" width="435" height="312"></iframe><br /> Spesifikasi Komputer :</p><p>OS: Microsoft Windows Vista (Service Pack 2) or Windows 7 (Windows XP is NOT supported)<br /> Processor: Dual-core CPU with SSE3 (Intel Pentium D 3GHz / AMD Athlon 64 X2 4200) or better<br /> Memory: 2GB system memory<br /> Hard Disk Space: 10GB of free drive space<br /> Video Card: DirectX 10.0 compatible 256 MB (NVIDIA GeForce 8800 series / ATI Radeon HD 3870) or better<br /> Sound: Microsoft DirectX 10.0 compatible sound card or better<br /> DirectX: Microsoft DirectX 11.0<br /> Repacked by: R.G. Origami<br /> Type: Lossless<br /> Languages: Multi7<br /> DLC: Kill Hitler, Pre-order Sniper Rifles<br /> Size: 2.95 GB</p><div><p><img src="http://cdn.steampowered.com/v/gfx/apps/63380/ss_73d671377f8331851fb3adbaf324aa1198cc5bdf.600x338.jpg?t=1335844356" alt="" width="443" height="281" /></p><p><img src="http://cdn.steampowered.com/v/gfx/apps/63380/ss_7d4bb38a2b53c22f43ff23cdb5e10164732e4306.600x338.jpg?t=1335844356" alt="" width="443" height="281" /></p><p><img src="http://cdn.steampowered.com/v/gfx/apps/63380/ss_c38dc6b71ed5fd826d9e6e6c7f32f9b80db8b384.600x338.jpg?t=1335844356" alt="" width="445" height="281" /></p><p><a href="http://adf.ly/8UYEQ"><strong><span style="color: #ff0000;">Download Disini</span></strong> </a></p></div> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.yuliardhi.net/games-pc/download-game-sniper-elite-v2-skidrow-full/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> </channel> </rss>
